Diberdayakan oleh Blogger.

Hype-ness



Bagaimana perasaanmu, kala seluruh cintamu yang ikhlas itu dibalas hanya dengan rasa iba? Barangkali nggak ada cinta di situ, hanya kesibukan kekasih mengasihanimu. Kepedihan macam apa? Hatimu yang remuk redam itu tenangkan dulu, mungkin kamu nggak sendirian, jangan dulu bersedih. Setiap kenyataan pahit ada baiknya disikapi dengan senyum, meski sakit ada kalanya setitik kebaikan itu muncul nantinya, syukurilah hal itu. Hubungan yang dijalani memang tak pernah berjalan dengan lancar atau semulus yang kita inginkan. Tanpa ada niat merendahkan semua kesakitan yang kamu rasakan, berbanggalah dengan apa yang sudah terjadi, karena satu lagi pengalaman berharga kamu dapat, meski sepahit ini. Dan, lagi-lagi kamu nggak sendirian, kekasih yang cuma kasihan memang pantas kamu tinggalkan. Kamu harusnya punya kekasih yang tepat, yang benar-benar menyayangimu, siapapun kamu.

1. Dia memang baik, setiap butuh bantuannya dia selalu bersedia, tapi kenapa dia nggak pernah memberi perhatian lebih


Walau dia selalu datang saat diminta bantuan via unsplash.com
Kebaikkan hatinya tak bisa disangkal, setiap kali butuh bantuan dia selalu datang. Semua yang dilakukannya membuat kesulitan yang kamu hadapi berkurang, tak hanya itu dia selalu hadir saat kamu sedang dalam masalah dengan keluarga. Dia memang nggak banyak bicara, perhatiannnya lebih pada tindakannya, pokoknya pertolongannya sungguh nggak ada yang ngalahin. Tapi, sungguh sepertinya dia tak pernah sadar, dia datang kalau diminta, tapi dia baik sebenarnya. Kalian tahu perasaan ini.

2. Kamu mulai sadar diri, pantas dia tak pernah ada itikad baik untuk menyeriusi hubungan ini


Dia tak pernah ada niat melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius via unsplash.com

Saat semua sudah terasa cocok dan semua seperti berjalan lancar. Hubungan ini harus berlanjut ke tahap yang lebih serius, menikah dengan orang terkasih? Siapa yang menolaknya. Keadaan ini bikin hari-hari ke depan tampak begitu menyenangkan, penuh dengan harapan-harapan yang seolah semakin nyata. Tapi semua berubah, dia nggak pernah serius akan hal ini, itikad baik ini berbalas jawaban yang nggak pernah jelas. Ternyata rasa sayangnya sudah berganti dengan rasa kasihan yang membingungkan.

3. Semua jadi terasa menyakitkan, saat tahu dia tak pernah menaruh rasa sayang, dia hanya kasihan dengan keadaan ini


Harus bagaimana lagi, meninggalkannya juga sama sakitnya via unsplash.com
Semua berjalan baik, seolah dia adalah seorang yang penuh cinta. Pada akhirnya, semua kejadian itu jadi nyata. Dari seorang teman dekatnya kamu mendapat kabar, bahwa dia hanya kasihan, cinta yang selama ini diharapkan sebenarnya adalah kebaikan semu yang diramunya dengan rasa sayang. Semua jadi menyakitkan, meninggalkannya malah bikin rasa sakit hati lebih dalam lagi. Akhirnya, hanya bisa bersyukur atas pengalaman memuakkan ini.

4. Kalau saja dia tak mengungkapkan cinta, pasti kamu tak akan berharap jauh seperti saat ini pacaran tapi tak punya masa depan



Kalau saja dia tak pernah mengungkapkan cinta via unsplash.com
Mengenang yang telah lalu, rasa suka yang tak pernah disangka itu, sampai akhirnya dia mengungkapkan cinta. Semua berjalan seperti biasa layaknya dua orang kekasih yang penuh dengan cinta. Tapi pada akhirnya semua terbuka, rasa belas kasihnya lebih besar ketimbang rasa cinta yang sejak awal dia utarakan. Andai saja dia tak pernah mengungkapkan cinta, tapi semua tak akan seperti ini. Tapi tak apa, semua pantas disyukuri.

5. Semua bisa berjalan dengan baik tanpa belas kasihnya, dia berikan harapan kosong untuk rasa cinta ini


Padahal cinta ini begitu tulus via unsplash.com
Semua sebenarnya akan lebih baik jika sejak awal, dia tak pernah menaruh rasa sayang. Sejak awal memang salah, semoga saja kejadian ini jadi pengalaman yang baik ke depannya. Kadang pernah berpikir, apakah rasa kasihan itu pantas dibalas dengan kebaikkan. Karena semua terlalu menyakitkan, dia tak pernah serius. Pada akhirnyahubungan akan berakhir, rasa kasihannnya jangan lagi ada untuk rasa sakit ini.
Pengalamanmu memang pahit, jangan pernah disesali terlalu dalam. Kekasih yang kini akhirnya meninggalkanmu, walau nggak pernah mengakhiri rasa sakitmu. Tak apa lekas sembuh dari kesedihanmu. Jangan mau kelakuannya membuatmu jatuh dan nggak bisa bangkit. Semua kelebihanmu akan membuktikan bahwa kamu bisa bertahan dan bisa mencari penggantinya yang lebih baik. Jangan pernah memaki kejadian pahit ini, pengalaman ini bisa jadi batu loncatan ke depannya.


Source : hipwee
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
“Perempuan hatinya seperti kaca, jika pecah berderai tidak bisa kembali utuh sempurna. Hargai hati dan perasaannya,” A. Fuadi dalam Rantau Muara
Itu hari yang biasa saja, dan orang-orang yang kamu temui pun menjalaninya dengan biasa-biasa saja. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang sedang kamu pikirkan dalam kepala.
Kamu duduk di sebuah ruangan. Sesekali mata terpejam, napas terhirup dalam. Semua udara yang ada ingin kamu jejali ke dalam pernapasan, membuat sesak yang sudah ada semakin terasa. Hanya perempuan yang pernah percaya lalu dikhianati yang bisa bersimpati.
Perihal dikhianati ini jauh lebih sakit dibanding patah hati biasa. Bukan, bukan kamu berambisi jadi ratu drama. Tapi memang tak bisa dipungkiri, pengalamanmu sedikit banyak masih mempengaruhi hidupmu hingga kini. Takut menjalin hubungan lagi, takut percaya pada lelaki, takut itu, takut ini.
Tapi alih-alih menyerah dengan kecemasan ini, kamu punya pilihan. Memilih untuk terus berkembang, sambil menunggu dia yang memang layak datang.

Pengalaman dibohongi membuat kamu kini benar-benar takut untuk membuka hati


Hatimu kini serapuh ilang-ilang kering

Membuka hati jadi persoalan yang sulit untuk kamu yang merasakan pahitnya dikhianati. Terlebih jika trauma itu nggak hanya terjadi sekali atau dua kali, tapi berulang hingga beberapa kali. Hei, jalani saja waktumu dengan tenang, tak perlu merisaukan perihal hatimu yang belum pulih. Kalaupun ada suara-suara yang mencibir atau menuntutmu untuk membuka hati, abaikan saja. Toh hatimu itu sepenuhnya milikmu. Kamu yang berhak memutuskan kapan saatnya membuka hati, kapan saatnya menjaga hati dengan tak memilih siappun yang hadir.
Saat ini hatimu rapuh layaknya ilang-ilang kering, tapi waktu adalah ramuan jitu yang menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya.

Kamu pun jadi sering ragu dengan kemampuanmu memilih lelaki. Mungkin juga kamu menyalahkan diri


sering membuatmu terjebak ragu

Apa karena aku tak becus menilai seseorang? Apa karena aku terlalu polos, bodoh, dan kurang cantik makanya dia mengkhianati? Atau, sebenarnya memang lelaki itu yang nggak layak untuk mendapingiku…
Dikhianati pun membuatmu sering merasa ragu. Nggak hanya ragu dengan dirimu sendiri, tapi juga terhadapa kemampuanmu memilih seseorang. Kamu beranggapan ada yang salah dengan caraku memilih, sampai akhirnya harus menerima konsekuensi dikhianati ini. Atau karena memang, aku kurang cantik, kurang pintar, dan kurang menarik, dan akhirnya dia justru memilih seseorang yang dianggap lebih baik dariku. Bahkan sesekali terlintas di kepalamu kalau sebenarnya dia lah yang tak pantas mendampingimu. Dia tak cukup baik untukmu, Karenanya sebelum kamu terlalu jauh dengan dia, Tuhan punya cara untuk membuka matamu. Memperlihatkan sisi tak baiknya, meskipun caranya memang menyakitkan.
Ingat saja, Sang Pencipta tak akan memberi cobaan di luar dari kemampuanmu.

Kamu tetap harus percaya, perlahan hatimu akan keluar menjadi pemenangnya. Akan lunas semua rasa kecewa

kamu akan jadi pemenang untuk hatimu sendiri

Jatuh bangun yang kamu rasakan untuk menata hatimu yang hancur berkeping-keping memang tak semudah membalik telapak tangan. Berbulan-bulan bahkan hingga beberapa tahun, kamu harus benar-benar menenangkan dirimu yang kecewa parah. Bahkan hingga detik ini pun sebenarnya kamu masih belum benar-benar bisa memulihkan hatimu yang hancur. Masih ada luka yang membekas di sana sini, yang setiap saat bisa saja terasa pedih kembali. Namun, sekali lagi kamu perlu ingat dan percaya, jika semua masa sulit yang kamu lalu ini akan membawa hatimu keluar sebagai pemenang. Nantinya kamu akan kebal dengan segala macam kekecewaan yang mungkin saja kamu temui di depan jalanmu ini.

Setidaknya, rasa khawatir dikhianati membuat dirimu yang sekarang bertindak lebih hati-hati

Berhanti-hati menentukan kemana akan melangkah

Karena kamu bukan keledai yang terjatuh di lubang yang sama berkali-kali lagi. Akhirnya rasa khawatir dikhianati justru membentuk pribadimu lebih matang. Setiap kali dihadapkan pada sesuatu yang mengharuskanmu membuat keputusan, kamu pun jadi lebih berhati-hati. Tak  cuma hal-hal remah temeh, tapi juga seperti saat ada seseorang yang baru datang menawarkan sebuah hubungan kepadamu. Kamu dengan segala kehati-hatian mencoba menimbang-nimbang apa dia benar-benar dengan ketulusan yang tak diragukan. Atau jangan-jangan dia tak berbeda jauh dengan yang sebelum-sebelumnya.
Tenang, kamu bukan lagi perempuan kemarin sore yang bisa dengan mudahnya ditipu oleh kemanisan rayuan seorang lelaki. Kepekaanmu untuk menilai dia baik atau tidak sudah terasah dengan sebaik-baiknya.

Saat rasa perih dikhianati kembali merajai, ingat saja di sekelilingmu masih ada orang-orang yang tulus menyayangi

Kamu masih punya mereka yang bisa dipercaya

Bukankah tak semua orang dalam hidupmu seperti dia yang berkhianat? Meski dia menghianatimu dengan sangat parah. Kamu masih tetap memiliki orang-orang yang benar tulus menyangimu. Orangtuamu, saudaramu, teman-temanmu, mereka semua masih bisa dipercaya untuk menjaga perasaanmu. Daripada waktu dan kebahagianmu sia-sia untuk meladeni rasa khawatir dikhianati, lebih baik kamu menikmati setiap momen dengan mereka yang benar-benar ada untukmu.

Sambil memulihkan traumamu, tak ada salahnya menanamkan semangat dalam dirimu. Jika kelak akan ada laki-laki yang datang dan benar-benar menjaga hatimu

Suatu saat akan ada dia yang benar-benar menjaga hatimu

Saat ini kamu memang belum menemukan seseorang yang benar-benar tepat. Sesudah dia yang mengkhianatimu pergi, silih berganti memang datang laki-laki yang menawarkan hubungan. Tapi lagi-lagi pengalaman membuat kamu mengerti jika yang mereka tawarkan tak cukup meyakinkanmu. Sudah lah di waktu yang tepat nanti, saat traumamu benar-benar pulih dan perihal dengan dirimu sendiri tuntas, seorang lelaki yang akan benar-benar menjaga hatimu pun datang dengan sendirinya.
Sang Pencipta punya cara untuk mempertemukan kamu dan dia yang tepat. Dan segala lika-liku yang kamu alami, adalah pelajaran terbaik yang membuat kamu lebih kuat dan berhati-hati.

Source : Hipwee
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Sebelum cerita, gue mau narik nafas panjang karena selama 2 minggu berturut-turut gue traveling ke Pulau-pulau di Indonesia. Setelah dari Pulau Pahawang Lampung seminggu kemudian gue lanjut menuju Pulau Lombok dan bakal gue share setelah ini..

Rencana buat ke pulau ini tuh emang ga sematang kalo gue mau rencanain traveling ke daerah-daerah di Indonesia lainnya. Yup, emang karena rencana mau ke pulau ini emang mendadak dikarenakan temen-temen yang lain masih belum jelas skejulnya. Emang di bulan April kemarin banyak tanggal merah dan seringnya tanggal merah pada weekend itu syurgawi banget buat pencinta Traveling kaya gue. Setelah membuat planner dan itinerary seadanya, diputuskan kita pake jasa tour and travel karena lebih praktis dan kita tinggal enak aja gitu soalnya udah ada yang ngurusin selama disana..hehe.

Sehari sebelum berangkat gue udah ngelunasin semua biaya untuk disana jadi gue dan teman-teman besok tinggal datang ke tempat Meeting Point dan cussssssss berangkat menuju pulau cantik Pahawang :). Traveling ke pulau ini jadi seru karena partner traveling atau travelmate semua temen kantor dan mereka emang orangnya kocak dan lucu-lucu banget jadi berasa seru dari pertama berangkat sampAi pulang lagi ke Bogor. 
Gak panjang lebar gue cerita, sebenernya masih ada yang mau gue ceritain pas sebelum kita berangkat cuma lebih baik gue share sedikit foto-foto gimana cakepnya pulau ini. Mariiiiiiiiiiiii.......


Sebelum Sunriseeee

Sunrise di Selat Sunda, mataharinya ketutup awan

Patrick Star versi kurus

Paling seneng foto kaki gini, tapi yg itu kaki siapa yaaa? :)

awannya :*

Kapal Nelayan nya bagus

Hearteuuuu, abaikan tangan ibu2 yg gede sebelah :D








Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Usia 25 alias seperempat abad sudah bukan usia main-main lagi. Bukan lagi waktunya main-main dengan hidup, dengan karir terutama dengan pasangan hidup.Banyak orang beranggapan usia 25 tahun adalah usia yang pas untuk menikah, melabuhkan hati kepada 1 dari milyaran manusia di muka bumi ini.
Apa susahnya sih mencari 1 pasangan untuk hidup kamu? Cowok/Cewek kan banyak , coba donk buka mata dan hati kamu lebar-lebar.
Pasti, deh kurang lebih kalimat di atas pernah kamu dengar dari bisik-bisik tetangga. Secara medis, memang sih usia 25 tahun adalah usia pas untuk menikah karena wanita sangat produktif dalam segi reproduksinya. Jika diatas 30 tahun, wanita cenderung menurun untuk produktivitasnya.
Tapi jangan memaksakan suatu hal, jangan memaksakan suatu kondisi kalau memang belum waktunya. Daripada terburu-buru, bukankah lebih baik menunggu sampai menemukan orang yang tepat buat kita? Menunggu itu memang menyebalkan dan membosankan, tapi kamu sedang menunggu pasangan hidup kamu. Jangan pernah bosan, teruslah berdoa semoga jalannya pasangan kamu dilancarkan biar cepet sampai.
Setiap hal memiliki sisi baik dan buruk. Begitu juga dengan pembahasan ini, namun bukankan dunia akan lebih indah jika kita selalu melihat dari sisi baik nya? Sisi baik nya kamu bisa bebas kemana saja, melakukan apa saja, jalan-jalan tanpa beban dan harus memikirkan jemuran dirumah belum diangkat atau belum masak untuk suami dan anak. Percaya deh! Kalau kamu belum siap lahir batin, pernikahan bisa menjadi neraka dunia buat kamu. Dan dari sisi buruk nya sih jelas ada juga, tapi mari kita melihat dari sisi baik nya saja.

Banyak hal baik yang bisa kita ambil sehingga dunia akan menjadi lebih indah daripada terus menggerutu dan protes perihal kesendirian kita. Pernikahan bisa menjadi surga di dunia atau neraka di dunia. Pastikan kamu tidak salah memilih pasangan kamu. Jadi buat kalian yang masih single di usia 25tahun ini,stay happy and fabulous! Karenapada hakekatnya Tuhan menciptakan manusia itu berpasangan tinggal kita saja yang mendoakan agar makin dekat lah jarak kita dengan jodoh kita. D.
Sumber : Hipwee
Sumber gambar : google.com
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

“Jodoh memang misteri..
Misteri orangnya siapa…
Misteri waktunya….
Dan misteri juga cara bertemunya”
Pertanyaan “kapan menikah?” menjadi satu pertanyaan yang menyebalkan serta menjengkelkan bagi sebagian mereka yang masih sendiri, tak sedikit juga merasa risih dengan pertanyaan ini. Awalnya memang pertanyaan ini hanya sebagai bahan candaan yang tujuannya entah memotivasi atau mem- “bully” jomblo. Ketika usia berlanjut dewasa, ketika hati sudah tak betah lagi sendiri, ketika yang dinanti tak kunjung hadir, disaat teman sebaya satu-persatu sudah mulai kepelaminan maka pertanyaan “kapan menikah” bukan lagi sebagai bahan candaan, namun menjadi sebuah pisau tajam yang mengiris hati. Sedih, bahkan ingin rasanya menangis.
Jodoh tak kunjung hadir memang menjadi sebuah ujian tersendiri bagi mereka yang masih sendiri, tak ringan  menghadapinya apalagi harus terus menjaga diri dari berbagai goncangan jiwa. “Mengapa jodohku belum datang juga?” , mungkin itu pertanyaan yang selalu terngiang di kepala, tanda tanya yang berharap menemukan segera jawabannya. Di lanjut dengan rentetan pertanyaan berikutnya seolah sedang di interogasi.
“Mengapa jodohku belum datang juga?”
“Apa salahku kenapa susah sekali jodohku?”
“Apakah tuhan tidak sayang padaku?”
“Tuhan ini tidak adil?”
“Padahal selama ini aku sudah berusaha taat?, berusaha beribadah dengan baik?”
Dan mungkin belasan pertanyaan lainnya, tentang kenapa jodoh belum hadir. Sedih tentu, galau pasti jika jodoh tak kunjung datang, namun pertanyaannya adalah apakah ketika kita mengeluh? kita bersedih, merasa galau bahkan putus asa akan menjadi solusi permasalahan perkara jodoh kita?, tentu tidak.
Jodoh itu adalah ujian Ini adalah pemahaman penting yang mesti dimiliki oleh siapapun itu baik yang sudah menikah apa lagi bagi yang belum menikah.
“Ada yang Allah kasih ujian jodohnya cepat, ada juga yang Allah kasih ujian jodohnya lama, bahkan ada juga yang Allah kasih ujian tidak bertemu sama sekali dengan jodohnya di dunia artinya lajang seumur hidup, banyak di sekitar kita yang seperti ini”
Selanjutnya yang mesti kita pahami juga adalah tentang paramter siap menikah, apa parameter siap menikah?, parameter kesiapan seseorang menikah adalah siap menerima ketentuan Allah apapun tentang dirinya berkenaan dengan jodoh, apakah jodoh yang Allah kasih dalam waktu yang , cepat,Apakah jodoh yang Allah kasih sesuai dengan kriterianya maupun tidak sesuai apakah jodoh yang Allah kasih dalam waktu yang lama atau mungkin Allah belum memberinya jodoh (pasangan hidup) di dunia.
Itulah 2 hal yang mesti dipahami bagi yang masih sendiri ataupun yang sudah menikah, dua hal penting yang akan meluruskan pemahaman serta pemaknaan kita tentang jodoh. Dua hal diatas adalah faktor langit perkara jodoh, artinya itu adalah takdir dari Allah yang tidak bisa kita usik, kecuali hanya bisa pasrah menerimanya dengan penuh keikhlasan pada Allah SWT.
Selanjutnya yang juga tentu mempengaruhi jodoh adalah faktor bumi berkenaan dengan ikhtiar-ikhtiar manusia itu sendiri dalam mencari atau menjemput jodohnya. Jika jodohmu belum juga bertamu, tak kunjung bersua, sementara hati sudah hampir lelah menanti cobalah lakukan beberapa hal berikut :
1. Evaluasi Diri
Kalau dalam kesehatan ada istilah medical check up, maka untuk jiwa serta hati juga perlu medical check upnya, cek dan evaluasi tentang Niat kita menikah, sudahkah lurus niat menikah untuk semata menggapai ridho Allah atau masih untuk kesenangan dunia nan sementara. Cek amalan ibadah masa lalu kita, evaluasi, cek juga amalan ibadah masa kini kita evaluasi.
Coba perhatikan bagaimana kedekatan kita dengan Allah SWT?, adakah kita merasa dekat dengannya atau malah sebaliknya, jika ia mungkin ada setitik noda di hati, jika ia mungkin amal kebaikan yang masih jauh lebih sedikit dibanding perbuatan buruk yang kita lakukan, Beristigfarlah, mohon ampunan pada Allah SWT.
2. Pantaskan diri di hadapan Allah
Allah belum kasih kita jodoh, mungkin Allah melihat kita belum pantas untuk berumah tangga, mungkin karena ilmu yang masih minim, pemahaman serta bekal yang masih kurang. Maka belajarlah, persiapkan banyak bekal untuk membangun rumah tangga. Bekal dan ilmu untuk menjadi seorang istri, menjadi seorang menantu serta menjadi seorang ibu bagi muslimah.
3. Sempurnakan ikhtiar
Selain ikhtiar-ikhtiar berupa ibadah kepada Allah SWT, kita juga harus menyempurnakan ikhtiar dalam mencari jodoh secara lansung. Sebagai contoh untuk muslimah bisa menyampaikan pada sahabat, temannya atau mungkin gurunya kalau dia sudah siap menikah. Karena bisa jadi dari teman, sahabat, saudara atau guru mendapatkan referensi jodoh untuk dirinya.
4. Jangan terlalu memilih yang sempurna, utamakan keshalihan
Salah satu penyebab lamanya wanita bertemu dengan jodohnya adalah terlalu memilih, terlalu menginginkan yang sempurna. Ketika ada yang datang melamar selalu ditolak tanpa alasan yang jelas sesuai syariat. Ketahuilah kita tidak akan bisa atau mampu menemukan jodoh yang sempurna, kita hanya bisa menerima jodoh kita dengan keikhlasan yang sempurna. Utamakan keshalihannya, ketaatan dan ketakwaannya sebagai parameter utama dalam mencari pasangan berumah tangga.
5. Perbanyaklah bersyukur dan bersabar
Terakhir perbanyaklah sabar dan syukur, bersyukurlah selalu karena masih banyak nikmat-nikmat Alla yang lain Allah karuniakan pada kita walau mungkin jodohnya belum bertemu, syukurilah hal itu dan manfaatkan waktunya untuk terus memantaskan serta mematangkan diri. Bersabarlah terus, tanpa mengeluh, tanpa menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan tuhan, bersabarlah atas ujian-ujian yang Allah berikan, in syaa Allah akan dekat dengan hamba-hambanya yang bersabar dan berserah diri atas ketentuan Allah, baik itu berupa kenikmatan maupun berupa ujian. Yakinlah selalu pada Allah, kalau Allah jauh lebih tau siapa yang terbaik untuk kita dan kapan waktu bertemu yang terbaik dengannya.
Di akhir tulisan ini, kami doakan semoga sahabat semua Allah mudahkan serta memberika kekuatan untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam masa-masa penantian sang pendamping hati. In syaa Allah, Allah menyayangi hambanya dan tidak zhalim pada hamba-hambaNYA. Semoga Allah mudahkan urusan kita semua.
Sumber foto : hack87.blogspot.com
Sumber : https://www.elmina-id.com/mengapa-jodohku-belum-datang-juga/
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hi Selamat pagi semuaaaa.

Baru dapet hidayah lagi buat nulis lagi, setelah postingan basi gue yang terakhir tentang trip gue ke Singapore tahun 2016. Memang udah basi banget ya karena baru ada waktu lagi buat nerusin tulisan gue.

Di tahun 2017 ini tepat usia gue 25 tahun (seperempat abad) banyak banget harapan sama doa gue yang belom terlaksana di tahun sebelumnya. Dari mulai harapan dapet jodoh dan lanjut nikah yang bikin gue pusing banget. Bagi yang lahir sekitar tahun 1991-1992-1993 dst itu adalah tahun tahun yang horror banget, kenapa horor? karena tahun tahun segitu adalah tahun yang rawan banget buat ditanya-tanya keluarga :

Kapan? Kapan yu? kapan? kapan kapan kapan kapan kapaaaaaaaan?  kapan mati? *loh?

Pas ditanya kapan nya itu badan seketika merinding. Untuk ngejawabnya pun udah segala macam jawaban dari mulai serius sampai jawaban main-main juga udah daaaan sampai akhirnya gue jawab dengan senyuman aja yang menurut gue itu adalah jawaban yang pas dan tepat buat menjawab semua pertanyaan-pertanyaan horor macem gitu. 

Memantaskan diri memang seharusnya dilakukan buat kita, segala pertanyaan dalam diri kita, kita jadikan bahan untuk memperbaiki diri. Bukan perkara mudah buat ngejalanin dengan status yang baru, nuansa yang baru, dan lingkungan baru setelah menikah berdasarkan pengalaman-pengalam orang-orang yang sudah menjalaninya. Apakah kita kuat menjalani nya? dengan keadaan yang sekarang misalkan, gue masih seneng main-main, traveling, ilmu mengurus rumah tangga yang masih belum ada apa-apanya atau ilmu masak gue masih belum cukup? siapa tau? :)

Mungkin Allah SWT memang baik rencana Allah memang gak ada yang tau. Kita sebagai manusia cuma bisa berencana dan berharap. Mungkin gue masih dikasih waktu buat memantaskan diri sebaik-baiknya kelak inshaallah ALLAH SWT bakal mendengar doa-doa dan harapan gue segera. amiin :)

Segala harapan baik dan doa dari orang-orang terdekat semoga bisa menjadi motivasi gue untuk memantaskan diri sebelum harinya itu datang. So, yang harus gue lakuin sekarang adalah memperbaiki diri dan memantaskannya.

Bismillahhirrahmannirrahim :)

Sumber foto : We Heart it

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
HALOOOOOOOOOOOOO Blogsis dan blogbro *maksa*. Lama gakk ngeblog lagi, otak agak loading buat nyusun kata-kata karena kebanyakan makan nastar (digebukin orang se-Indonesia).

Gue pengen cerita nih soal trip gue kemarin ke SG. Sebelumnya gue udah preview foto dan sedikit cerita gue di IG gue (@ayusrirahyu). Trip ini yang bikin gue excited banget tapi bukan masalah jalan ke luar negerinya sih lebih tepatnya adalah jalan sendirian ke luar negeri tanpa orang tua dan tepatnya pas awal puasa banget. Kan kapan lagi gue bisa ngerasain puasa di negeri orang, kedengerannya sih norak ya siapa aja bisa ke luar negeri tanpa orang tua atau pas bulan puasa tapi ini tergolong hal baru buat gue, maklum gue cuma bisa main di sekitaran halaman rumah atau gedung kantor wkwk.
Awalnya tahun 2016 ini memang gak ada rencana sama sekali buat jalan atau traveling kemana-mana, awal april emang sempet si sadam ngajakin gue ke Bali tapi gue memang gak bisa karena beberapa hal penting dan soal budget gue yang memaksakan gue buat dibagi ke tabungan ibu. So, jadi sadam lah yang jadi tetep pergi ke Bali dan bikin ngiri tapi gak se-ngiri pas dia traveling ke pulau komodo dan gue lupa dia kemana lagi. Si sadam tuh emang gak ada abisnya buat traveling, tiap tahun pasti dia traveling mungkin duit dia kalo di itung-itung bisa buat beli pulau komodo kali *ah lebaaaynya*.

Oke balik lagi ke cerita gue..
Di kalender bulan juni-juli 2016 udah mulai puasa, pas di awal bulan mei gue nerima WhatsApp dari si Bos (ini sebutan gue, shabrina, sama niken buat si sadam, karena dia yang paling banyak duit dari kita. he he he) dia ngajakin gue SG awal bulan juni, abis nerima tuh WA gue mulai mikir-mikir ikut apa engga ya? soalnya akhir tahun lalu kita udah sempet jadi ke SG juga cuma karena satu hal yang "menyedihkan" ya kita gak jadi terbang kesana sedangkan semua tiket pesawat, tiket hiburan dan tiket USS udah dibeli akhirnya hangus gitu aja. Tapi setelah dicoba untuk tiket USS masih bisa kita pake, akhirnyaa "Alhamdulillaaaah masih rejeki anak soleh" jadi gak apes-apes banget lah ya kita. Gue terima ajakan sadam buat trip kesana, tapi balik lagi ke soal budget dan tabungan gue apa cukup buat kesana? tabungan abis karena satu hal, uang saku cuma cukup buat sebulan "hidup" lagi-lagi gue puter otak gimana caranya gue ngirit atau dapet duit buat tambahan dengan puasa senin kamis dan puasa "bayar utang" karena sebulan lagi puasa. Dengan budget pas-pasan akhirnya gue berangkat juga kesana.


Cuma bermodal nekat, uang pas-pasan, dan niat yang tinggi akhirnya gue bisa juga kesana sendirian. Hal ya ng bikin lu excited itu adalah ketika lu bisa ngelawan rasa takut lu, sebelum berangkat gue sempet ketakutan dengen pertanyaan-pertanyaan konyol "Ntar gue sendiri disono bisa apa gimana ya?", "Dibandara Changi ntar gue gimana?", "Penampilan gue gak kayak TKW kan?", "Muka gue ada muka-muka TKW gak sih?", "Bawaan gue kaya bawaan TKW ga ya?", "Ntar disana gue bakal ditangkep sama petugas imigrasi gara-gara dari indonesia bawa pakaian dalem cuma dikit?". Itu adalah pertanyaan-pertanyaan konyol gue sepanjang perjalanan, akan tetapi selama perjalanan kesana gue gak nemuin kendala apa-apa alias lancar-lancar aja Alhamdulillah. Sempet sih setelah turun dari pesawat gue pengen jalan-jalan ngiterin Changi Airport (T2) yang katanya bandara terbaik di Dunia, kan kapan lagi gue bisa muter-muter disana. Tapi karena gue keburu ketakutan duluan soal itu bandara yang ketat banget, ya gue mengurungkan niat buat jalan-jalan di terminal 2 Changi Airport SG. 

Day 1.
Setelah dijemput sadam di bandara, Check in ke Hostel lanjut ke stasiun MRT Bugis menuju ke Marina Bay. Tujuan utama setelah check in Hostel adalah ke Garden By The Bay. Kebetulan pas kita kesana gak pesen tiket masuk karena cuma pengen liat-liat aja sih *teteup gratisan* oh iya, hostel gue pada saat itu ada di daerah bugis tepatnya di kompleks Masjid Sultan adalah Masjid terbesar di Singapore. Sengaja si bos nyari daerah situ biar gampang sahur dan buka puasa tapi ujungnya kalo buka puasa sama sahur ya gak di mesjid haha. Abis ngunjungin Garden By The Bay lanjut dengan jalan kaki iya jalan kaki, disana mana ada angkot yang nomernya banyak trus sopirnya andukan ya kita jalan kaki sampe nemu stasiun. Pas deh hari pertama udah pegel-pegel kaki.
 
Garden By The Bay full with Garden Raphsody
Helix Bridge
foto gaya kekinian
  
Day 2.
Jeng jeeeeng, hari kedua disana adalah hari yang paling mendebarkan *ceilaaaah lebay* iyalah paling mendebarkan bagi gue kenapa? Karena hari kedua adalah hari dimana kite ke Universal Studio Singapore, yeaay!. Butuh berapa bulan buat move on dari sini setelah gue balik ke Jakarta. Setelah tragedi tiket hangus semua karena gue ama sadam yang gajadi ke SG akhirnya tiket bisa di re-schedule. Tujuan utama ke USS di hari kedua, karena gue pribadi lebih nikmatin semua wahana jadi agak jarang foto ya agak sayang juga udah jauh-jauh kesana tapi cuma nyobain satu wahana yupp gue nyobain semua wahana Roller Coaster dari yang extreme sampe yang cuma muterin gedungnya doang. Wahana pertama yang gue cobain adalah Transformers: The Ride setelah itu gue juga nyobain salah satu Roller Coaster andalan USS namanya Battlestar Galactica yang warna merah “Human” Antriannya itu luar biasa panjang, mungkin karena pada saat itu lagi High season atau musim liburan jadi rame banget. Tapi ga menyurutkan semangat gue buat nyobain semua wahana. Abis dari Battlestar Galactica, kita langsung menuju wahana Revenge Of The Mummy sama kaya wahana sebelumnya Roller Coaster cuma indoor di dalem gedung tapi tetep kena feel seremnya, good. Satu hari di USS gak bakal cukup buat nyobain semua wahana-wahana kerennya deh yakin. Seharian di USS, kita lanjut ke Wings Of Time, tapi sayang batre HP gue low dan ga sempet mengabadikan momen keren Wing Of Time nyaa hikss :(.  

Elmoooo
Foto bareng si optimus
Transformers The Ride
source : google.com
Battlestar Galactica
Revenge of The Mummy
masih jauh dari mirip Cleopatra, hihi
muka kucel
abis ketakutan di Revenge of the Mummy
*abaikan pantat di belakangnya*
Far Far Away: Shrek 4-D :*

Jurassic Park

Day 3.

Hari ke-3 di SG, harinya kita ke S.E.A Aquarium yeaaaaaaaay!! bangun pagi setelah sehari kemaren full jalan kaki rasanya cape tapi happy. Hostel di daerah bugis menuju RWS (Resort World Sentosa) ditempuh cuma pake MRT gak kurang 2 jam udah sampe, tapi kali ini gua sama sadam pengen nyoba pake Bis Tingkat 2 jurusan RWS langsung. Sampai di RWS kita disambit disambut oleh warkop DKI Dono CASINO Indro *elah gue ngelucu* sadam sempet ngajak buat masuk ke Casino cuma gue nolak karena buat apa kesana kalo cuma buat liat orang-orang lagi pegang kepala karena kalah judi. Lanjut ke S.E.A Aquarium dari judulnya aja udah pasti kita bakal ketemu sama ikan ikan dkk. Setelah tuker tiket, yang pertama kita liat adalah Maritime Museum

Kapal yang ada Mulut Singa ini bisa mangap-mangap loh,
ini kaya panggung pertunjukan gitu
Ada batik dari Indonesianya juga
"The aquarium’s largest and most spectacular exhibit"
Puas jalan-jalan dalem aquarium kita lanjut jalan-jalan di RWS. Kita langsung ke Garrett Popcorn, si popcorn ini emang kita cari-cari banget karena pesenan temennya si sadam juga dan kita beli secukupnya. Habis dari RWS kita lanjut lagi ke tempat paling mainstream di SG Merlion park tempatnya si singa mangap.
kaki bengkak abis seharian jalan
Jari mewakili semuanya,
Singa Mangap
Sebelumnya sadam sempet bilang kalo temenya ada yang lagi di SG plus keluarganya dan mereka nginep di Marina Bay Sands. Mereka juga sempet ngajak sadam buat dateng ke MBS buat berenang GRATIS di Sands Skypark Infinity Pool nya kan emang AMAZING banget gue bisa ngunjungin MBS Infinity Pool yang katanya The Best Hotel dengan kolam renang paling Hits sedunia. Emang ya rejeki anak soleh mah emang ga kemana lanjutlah kita ke MBS, berbekal Go Pro Hero 4 nya sadam dan Sandwich Sevel yang sengaja kita beli di stasiun MRT Marina bay *maklum traveler kere* dia emang udah niat mau berenang di kolam renang atas gedung gitu sedangkan gue sama sekali ga ada niat benerang ya jadinya cuma ngeliatin dari piggir kolam aja.

Taken From : Sands SkyPark Observation Deck,
Marina Bay Sands


Day 4.
Hari ke 4 adalah hari terakhir kita di SG. Dikarenakan pesawat kita itu malem, alhasil kita milih buat jalan-jalan dulu sebelum pulang. Sempet nyasar, kita salah naik bis jurusan Changi, sadam salah perkiraan dikirain bis nya muter setelah dari bugis, ya dikira metromini jakarta bisa muter gitu aja wkwk dan ujung-ujungnya naik MRT juga. Tujuan pertama kita adalah ION Orchard, ya cuma sekedar liat-liat aja sih ga beli atau belanja juga. Lanjut ke Chinatown ya nyari oleh-oleh sedikit.

Somewhere in Chinatown
Sri Mariamman Temple Singapore. Chinatown


Setelah dari Chinatown kita balik ke hotel untuk check-out dan langsung menuju Changi. Dan inilah cerita pengalaman dan perjalanan gue selama di Singapore. Sampai ketemu di perjalanan gue selanjutnya~~ :).






Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About Me

hayunulis
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

Blog Archive

  • ▼  2017 (7)
    • ▼  Oktober (2)
      • Rasanya Tahu, Selama ini Sikap Baiknya Sebagai Pac...
      • Untuk Perempuan yang Pernah Percaya Lalu Dikhianat...
    • ►  Mei (1)
      • Kabur ke Pulau Pahawang Lampung Selatan
    • ►  April (1)
      • Masih Single di Usia 25? Apa Salahnya?
    • ►  Maret (3)
      • Mengapa jodohku belum datang juga?
      • Memantaskannya
      • Sendirian ke Luar Negeri? Siapa takut.
  • ►  2015 (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2012 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (19)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (9)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2010 (5)
    • ►  Desember (5)

Categories

Singapore Taylor Swift Travel Traveling Tugas my design my story polyvore

Recent Post

Rasanya Tahu, Selama ini Sikap Baiknya Sebagai Pacar Sebatas Iba

Bagaimana perasaanmu, kala seluruh cintamu yang ikhlas itu dibalas hanya dengan rasa iba? Barangkali nggak ada cinta di situ, hanya k...

Add Me On

Go To My IG

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates