Diberdayakan oleh Blogger.

Hype-ness



Bagaimana perasaanmu, kala seluruh cintamu yang ikhlas itu dibalas hanya dengan rasa iba? Barangkali nggak ada cinta di situ, hanya kesibukan kekasih mengasihanimu. Kepedihan macam apa? Hatimu yang remuk redam itu tenangkan dulu, mungkin kamu nggak sendirian, jangan dulu bersedih. Setiap kenyataan pahit ada baiknya disikapi dengan senyum, meski sakit ada kalanya setitik kebaikan itu muncul nantinya, syukurilah hal itu. Hubungan yang dijalani memang tak pernah berjalan dengan lancar atau semulus yang kita inginkan. Tanpa ada niat merendahkan semua kesakitan yang kamu rasakan, berbanggalah dengan apa yang sudah terjadi, karena satu lagi pengalaman berharga kamu dapat, meski sepahit ini. Dan, lagi-lagi kamu nggak sendirian, kekasih yang cuma kasihan memang pantas kamu tinggalkan. Kamu harusnya punya kekasih yang tepat, yang benar-benar menyayangimu, siapapun kamu.

1. Dia memang baik, setiap butuh bantuannya dia selalu bersedia, tapi kenapa dia nggak pernah memberi perhatian lebih


Walau dia selalu datang saat diminta bantuan via unsplash.com
Kebaikkan hatinya tak bisa disangkal, setiap kali butuh bantuan dia selalu datang. Semua yang dilakukannya membuat kesulitan yang kamu hadapi berkurang, tak hanya itu dia selalu hadir saat kamu sedang dalam masalah dengan keluarga. Dia memang nggak banyak bicara, perhatiannnya lebih pada tindakannya, pokoknya pertolongannya sungguh nggak ada yang ngalahin. Tapi, sungguh sepertinya dia tak pernah sadar, dia datang kalau diminta, tapi dia baik sebenarnya. Kalian tahu perasaan ini.

2. Kamu mulai sadar diri, pantas dia tak pernah ada itikad baik untuk menyeriusi hubungan ini


Dia tak pernah ada niat melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius via unsplash.com

Saat semua sudah terasa cocok dan semua seperti berjalan lancar. Hubungan ini harus berlanjut ke tahap yang lebih serius, menikah dengan orang terkasih? Siapa yang menolaknya. Keadaan ini bikin hari-hari ke depan tampak begitu menyenangkan, penuh dengan harapan-harapan yang seolah semakin nyata. Tapi semua berubah, dia nggak pernah serius akan hal ini, itikad baik ini berbalas jawaban yang nggak pernah jelas. Ternyata rasa sayangnya sudah berganti dengan rasa kasihan yang membingungkan.

3. Semua jadi terasa menyakitkan, saat tahu dia tak pernah menaruh rasa sayang, dia hanya kasihan dengan keadaan ini


Harus bagaimana lagi, meninggalkannya juga sama sakitnya via unsplash.com
Semua berjalan baik, seolah dia adalah seorang yang penuh cinta. Pada akhirnya, semua kejadian itu jadi nyata. Dari seorang teman dekatnya kamu mendapat kabar, bahwa dia hanya kasihan, cinta yang selama ini diharapkan sebenarnya adalah kebaikan semu yang diramunya dengan rasa sayang. Semua jadi menyakitkan, meninggalkannya malah bikin rasa sakit hati lebih dalam lagi. Akhirnya, hanya bisa bersyukur atas pengalaman memuakkan ini.

4. Kalau saja dia tak mengungkapkan cinta, pasti kamu tak akan berharap jauh seperti saat ini pacaran tapi tak punya masa depan



Kalau saja dia tak pernah mengungkapkan cinta via unsplash.com
Mengenang yang telah lalu, rasa suka yang tak pernah disangka itu, sampai akhirnya dia mengungkapkan cinta. Semua berjalan seperti biasa layaknya dua orang kekasih yang penuh dengan cinta. Tapi pada akhirnya semua terbuka, rasa belas kasihnya lebih besar ketimbang rasa cinta yang sejak awal dia utarakan. Andai saja dia tak pernah mengungkapkan cinta, tapi semua tak akan seperti ini. Tapi tak apa, semua pantas disyukuri.

5. Semua bisa berjalan dengan baik tanpa belas kasihnya, dia berikan harapan kosong untuk rasa cinta ini


Padahal cinta ini begitu tulus via unsplash.com
Semua sebenarnya akan lebih baik jika sejak awal, dia tak pernah menaruh rasa sayang. Sejak awal memang salah, semoga saja kejadian ini jadi pengalaman yang baik ke depannya. Kadang pernah berpikir, apakah rasa kasihan itu pantas dibalas dengan kebaikkan. Karena semua terlalu menyakitkan, dia tak pernah serius. Pada akhirnyahubungan akan berakhir, rasa kasihannnya jangan lagi ada untuk rasa sakit ini.
Pengalamanmu memang pahit, jangan pernah disesali terlalu dalam. Kekasih yang kini akhirnya meninggalkanmu, walau nggak pernah mengakhiri rasa sakitmu. Tak apa lekas sembuh dari kesedihanmu. Jangan mau kelakuannya membuatmu jatuh dan nggak bisa bangkit. Semua kelebihanmu akan membuktikan bahwa kamu bisa bertahan dan bisa mencari penggantinya yang lebih baik. Jangan pernah memaki kejadian pahit ini, pengalaman ini bisa jadi batu loncatan ke depannya.


Source : hipwee
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
“Perempuan hatinya seperti kaca, jika pecah berderai tidak bisa kembali utuh sempurna. Hargai hati dan perasaannya,” A. Fuadi dalam Rantau Muara
Itu hari yang biasa saja, dan orang-orang yang kamu temui pun menjalaninya dengan biasa-biasa saja. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang sedang kamu pikirkan dalam kepala.
Kamu duduk di sebuah ruangan. Sesekali mata terpejam, napas terhirup dalam. Semua udara yang ada ingin kamu jejali ke dalam pernapasan, membuat sesak yang sudah ada semakin terasa. Hanya perempuan yang pernah percaya lalu dikhianati yang bisa bersimpati.
Perihal dikhianati ini jauh lebih sakit dibanding patah hati biasa. Bukan, bukan kamu berambisi jadi ratu drama. Tapi memang tak bisa dipungkiri, pengalamanmu sedikit banyak masih mempengaruhi hidupmu hingga kini. Takut menjalin hubungan lagi, takut percaya pada lelaki, takut itu, takut ini.
Tapi alih-alih menyerah dengan kecemasan ini, kamu punya pilihan. Memilih untuk terus berkembang, sambil menunggu dia yang memang layak datang.

Pengalaman dibohongi membuat kamu kini benar-benar takut untuk membuka hati


Hatimu kini serapuh ilang-ilang kering

Membuka hati jadi persoalan yang sulit untuk kamu yang merasakan pahitnya dikhianati. Terlebih jika trauma itu nggak hanya terjadi sekali atau dua kali, tapi berulang hingga beberapa kali. Hei, jalani saja waktumu dengan tenang, tak perlu merisaukan perihal hatimu yang belum pulih. Kalaupun ada suara-suara yang mencibir atau menuntutmu untuk membuka hati, abaikan saja. Toh hatimu itu sepenuhnya milikmu. Kamu yang berhak memutuskan kapan saatnya membuka hati, kapan saatnya menjaga hati dengan tak memilih siappun yang hadir.
Saat ini hatimu rapuh layaknya ilang-ilang kering, tapi waktu adalah ramuan jitu yang menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya.

Kamu pun jadi sering ragu dengan kemampuanmu memilih lelaki. Mungkin juga kamu menyalahkan diri


sering membuatmu terjebak ragu

Apa karena aku tak becus menilai seseorang? Apa karena aku terlalu polos, bodoh, dan kurang cantik makanya dia mengkhianati? Atau, sebenarnya memang lelaki itu yang nggak layak untuk mendapingiku…
Dikhianati pun membuatmu sering merasa ragu. Nggak hanya ragu dengan dirimu sendiri, tapi juga terhadapa kemampuanmu memilih seseorang. Kamu beranggapan ada yang salah dengan caraku memilih, sampai akhirnya harus menerima konsekuensi dikhianati ini. Atau karena memang, aku kurang cantik, kurang pintar, dan kurang menarik, dan akhirnya dia justru memilih seseorang yang dianggap lebih baik dariku. Bahkan sesekali terlintas di kepalamu kalau sebenarnya dia lah yang tak pantas mendampingimu. Dia tak cukup baik untukmu, Karenanya sebelum kamu terlalu jauh dengan dia, Tuhan punya cara untuk membuka matamu. Memperlihatkan sisi tak baiknya, meskipun caranya memang menyakitkan.
Ingat saja, Sang Pencipta tak akan memberi cobaan di luar dari kemampuanmu.

Kamu tetap harus percaya, perlahan hatimu akan keluar menjadi pemenangnya. Akan lunas semua rasa kecewa

kamu akan jadi pemenang untuk hatimu sendiri

Jatuh bangun yang kamu rasakan untuk menata hatimu yang hancur berkeping-keping memang tak semudah membalik telapak tangan. Berbulan-bulan bahkan hingga beberapa tahun, kamu harus benar-benar menenangkan dirimu yang kecewa parah. Bahkan hingga detik ini pun sebenarnya kamu masih belum benar-benar bisa memulihkan hatimu yang hancur. Masih ada luka yang membekas di sana sini, yang setiap saat bisa saja terasa pedih kembali. Namun, sekali lagi kamu perlu ingat dan percaya, jika semua masa sulit yang kamu lalu ini akan membawa hatimu keluar sebagai pemenang. Nantinya kamu akan kebal dengan segala macam kekecewaan yang mungkin saja kamu temui di depan jalanmu ini.

Setidaknya, rasa khawatir dikhianati membuat dirimu yang sekarang bertindak lebih hati-hati

Berhanti-hati menentukan kemana akan melangkah

Karena kamu bukan keledai yang terjatuh di lubang yang sama berkali-kali lagi. Akhirnya rasa khawatir dikhianati justru membentuk pribadimu lebih matang. Setiap kali dihadapkan pada sesuatu yang mengharuskanmu membuat keputusan, kamu pun jadi lebih berhati-hati. Tak  cuma hal-hal remah temeh, tapi juga seperti saat ada seseorang yang baru datang menawarkan sebuah hubungan kepadamu. Kamu dengan segala kehati-hatian mencoba menimbang-nimbang apa dia benar-benar dengan ketulusan yang tak diragukan. Atau jangan-jangan dia tak berbeda jauh dengan yang sebelum-sebelumnya.
Tenang, kamu bukan lagi perempuan kemarin sore yang bisa dengan mudahnya ditipu oleh kemanisan rayuan seorang lelaki. Kepekaanmu untuk menilai dia baik atau tidak sudah terasah dengan sebaik-baiknya.

Saat rasa perih dikhianati kembali merajai, ingat saja di sekelilingmu masih ada orang-orang yang tulus menyayangi

Kamu masih punya mereka yang bisa dipercaya

Bukankah tak semua orang dalam hidupmu seperti dia yang berkhianat? Meski dia menghianatimu dengan sangat parah. Kamu masih tetap memiliki orang-orang yang benar tulus menyangimu. Orangtuamu, saudaramu, teman-temanmu, mereka semua masih bisa dipercaya untuk menjaga perasaanmu. Daripada waktu dan kebahagianmu sia-sia untuk meladeni rasa khawatir dikhianati, lebih baik kamu menikmati setiap momen dengan mereka yang benar-benar ada untukmu.

Sambil memulihkan traumamu, tak ada salahnya menanamkan semangat dalam dirimu. Jika kelak akan ada laki-laki yang datang dan benar-benar menjaga hatimu

Suatu saat akan ada dia yang benar-benar menjaga hatimu

Saat ini kamu memang belum menemukan seseorang yang benar-benar tepat. Sesudah dia yang mengkhianatimu pergi, silih berganti memang datang laki-laki yang menawarkan hubungan. Tapi lagi-lagi pengalaman membuat kamu mengerti jika yang mereka tawarkan tak cukup meyakinkanmu. Sudah lah di waktu yang tepat nanti, saat traumamu benar-benar pulih dan perihal dengan dirimu sendiri tuntas, seorang lelaki yang akan benar-benar menjaga hatimu pun datang dengan sendirinya.
Sang Pencipta punya cara untuk mempertemukan kamu dan dia yang tepat. Dan segala lika-liku yang kamu alami, adalah pelajaran terbaik yang membuat kamu lebih kuat dan berhati-hati.

Source : Hipwee
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Sebelum cerita, gue mau narik nafas panjang karena selama 2 minggu berturut-turut gue traveling ke Pulau-pulau di Indonesia. Setelah dari Pulau Pahawang Lampung seminggu kemudian gue lanjut menuju Pulau Lombok dan bakal gue share setelah ini..

Rencana buat ke pulau ini tuh emang ga sematang kalo gue mau rencanain traveling ke daerah-daerah di Indonesia lainnya. Yup, emang karena rencana mau ke pulau ini emang mendadak dikarenakan temen-temen yang lain masih belum jelas skejulnya. Emang di bulan April kemarin banyak tanggal merah dan seringnya tanggal merah pada weekend itu syurgawi banget buat pencinta Traveling kaya gue. Setelah membuat planner dan itinerary seadanya, diputuskan kita pake jasa tour and travel karena lebih praktis dan kita tinggal enak aja gitu soalnya udah ada yang ngurusin selama disana..hehe.

Sehari sebelum berangkat gue udah ngelunasin semua biaya untuk disana jadi gue dan teman-teman besok tinggal datang ke tempat Meeting Point dan cussssssss berangkat menuju pulau cantik Pahawang :). Traveling ke pulau ini jadi seru karena partner traveling atau travelmate semua temen kantor dan mereka emang orangnya kocak dan lucu-lucu banget jadi berasa seru dari pertama berangkat sampAi pulang lagi ke Bogor. 
Gak panjang lebar gue cerita, sebenernya masih ada yang mau gue ceritain pas sebelum kita berangkat cuma lebih baik gue share sedikit foto-foto gimana cakepnya pulau ini. Mariiiiiiiiiiiii.......


Sebelum Sunriseeee

Sunrise di Selat Sunda, mataharinya ketutup awan

Patrick Star versi kurus

Paling seneng foto kaki gini, tapi yg itu kaki siapa yaaa? :)

awannya :*

Kapal Nelayan nya bagus

Hearteuuuu, abaikan tangan ibu2 yg gede sebelah :D








Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Usia 25 alias seperempat abad sudah bukan usia main-main lagi. Bukan lagi waktunya main-main dengan hidup, dengan karir terutama dengan pasangan hidup.Banyak orang beranggapan usia 25 tahun adalah usia yang pas untuk menikah, melabuhkan hati kepada 1 dari milyaran manusia di muka bumi ini.
Apa susahnya sih mencari 1 pasangan untuk hidup kamu? Cowok/Cewek kan banyak , coba donk buka mata dan hati kamu lebar-lebar.
Pasti, deh kurang lebih kalimat di atas pernah kamu dengar dari bisik-bisik tetangga. Secara medis, memang sih usia 25 tahun adalah usia pas untuk menikah karena wanita sangat produktif dalam segi reproduksinya. Jika diatas 30 tahun, wanita cenderung menurun untuk produktivitasnya.
Tapi jangan memaksakan suatu hal, jangan memaksakan suatu kondisi kalau memang belum waktunya. Daripada terburu-buru, bukankah lebih baik menunggu sampai menemukan orang yang tepat buat kita? Menunggu itu memang menyebalkan dan membosankan, tapi kamu sedang menunggu pasangan hidup kamu. Jangan pernah bosan, teruslah berdoa semoga jalannya pasangan kamu dilancarkan biar cepet sampai.
Setiap hal memiliki sisi baik dan buruk. Begitu juga dengan pembahasan ini, namun bukankan dunia akan lebih indah jika kita selalu melihat dari sisi baik nya? Sisi baik nya kamu bisa bebas kemana saja, melakukan apa saja, jalan-jalan tanpa beban dan harus memikirkan jemuran dirumah belum diangkat atau belum masak untuk suami dan anak. Percaya deh! Kalau kamu belum siap lahir batin, pernikahan bisa menjadi neraka dunia buat kamu. Dan dari sisi buruk nya sih jelas ada juga, tapi mari kita melihat dari sisi baik nya saja.

Banyak hal baik yang bisa kita ambil sehingga dunia akan menjadi lebih indah daripada terus menggerutu dan protes perihal kesendirian kita. Pernikahan bisa menjadi surga di dunia atau neraka di dunia. Pastikan kamu tidak salah memilih pasangan kamu. Jadi buat kalian yang masih single di usia 25tahun ini,stay happy and fabulous! Karenapada hakekatnya Tuhan menciptakan manusia itu berpasangan tinggal kita saja yang mendoakan agar makin dekat lah jarak kita dengan jodoh kita. D.
Sumber : Hipwee
Sumber gambar : google.com
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

“Jodoh memang misteri..
Misteri orangnya siapa…
Misteri waktunya….
Dan misteri juga cara bertemunya”
Pertanyaan “kapan menikah?” menjadi satu pertanyaan yang menyebalkan serta menjengkelkan bagi sebagian mereka yang masih sendiri, tak sedikit juga merasa risih dengan pertanyaan ini. Awalnya memang pertanyaan ini hanya sebagai bahan candaan yang tujuannya entah memotivasi atau mem- “bully” jomblo. Ketika usia berlanjut dewasa, ketika hati sudah tak betah lagi sendiri, ketika yang dinanti tak kunjung hadir, disaat teman sebaya satu-persatu sudah mulai kepelaminan maka pertanyaan “kapan menikah” bukan lagi sebagai bahan candaan, namun menjadi sebuah pisau tajam yang mengiris hati. Sedih, bahkan ingin rasanya menangis.
Jodoh tak kunjung hadir memang menjadi sebuah ujian tersendiri bagi mereka yang masih sendiri, tak ringan  menghadapinya apalagi harus terus menjaga diri dari berbagai goncangan jiwa. “Mengapa jodohku belum datang juga?” , mungkin itu pertanyaan yang selalu terngiang di kepala, tanda tanya yang berharap menemukan segera jawabannya. Di lanjut dengan rentetan pertanyaan berikutnya seolah sedang di interogasi.
“Mengapa jodohku belum datang juga?”
“Apa salahku kenapa susah sekali jodohku?”
“Apakah tuhan tidak sayang padaku?”
“Tuhan ini tidak adil?”
“Padahal selama ini aku sudah berusaha taat?, berusaha beribadah dengan baik?”
Dan mungkin belasan pertanyaan lainnya, tentang kenapa jodoh belum hadir. Sedih tentu, galau pasti jika jodoh tak kunjung datang, namun pertanyaannya adalah apakah ketika kita mengeluh? kita bersedih, merasa galau bahkan putus asa akan menjadi solusi permasalahan perkara jodoh kita?, tentu tidak.
Jodoh itu adalah ujian Ini adalah pemahaman penting yang mesti dimiliki oleh siapapun itu baik yang sudah menikah apa lagi bagi yang belum menikah.
“Ada yang Allah kasih ujian jodohnya cepat, ada juga yang Allah kasih ujian jodohnya lama, bahkan ada juga yang Allah kasih ujian tidak bertemu sama sekali dengan jodohnya di dunia artinya lajang seumur hidup, banyak di sekitar kita yang seperti ini”
Selanjutnya yang mesti kita pahami juga adalah tentang paramter siap menikah, apa parameter siap menikah?, parameter kesiapan seseorang menikah adalah siap menerima ketentuan Allah apapun tentang dirinya berkenaan dengan jodoh, apakah jodoh yang Allah kasih dalam waktu yang , cepat,Apakah jodoh yang Allah kasih sesuai dengan kriterianya maupun tidak sesuai apakah jodoh yang Allah kasih dalam waktu yang lama atau mungkin Allah belum memberinya jodoh (pasangan hidup) di dunia.
Itulah 2 hal yang mesti dipahami bagi yang masih sendiri ataupun yang sudah menikah, dua hal penting yang akan meluruskan pemahaman serta pemaknaan kita tentang jodoh. Dua hal diatas adalah faktor langit perkara jodoh, artinya itu adalah takdir dari Allah yang tidak bisa kita usik, kecuali hanya bisa pasrah menerimanya dengan penuh keikhlasan pada Allah SWT.
Selanjutnya yang juga tentu mempengaruhi jodoh adalah faktor bumi berkenaan dengan ikhtiar-ikhtiar manusia itu sendiri dalam mencari atau menjemput jodohnya. Jika jodohmu belum juga bertamu, tak kunjung bersua, sementara hati sudah hampir lelah menanti cobalah lakukan beberapa hal berikut :
1. Evaluasi Diri
Kalau dalam kesehatan ada istilah medical check up, maka untuk jiwa serta hati juga perlu medical check upnya, cek dan evaluasi tentang Niat kita menikah, sudahkah lurus niat menikah untuk semata menggapai ridho Allah atau masih untuk kesenangan dunia nan sementara. Cek amalan ibadah masa lalu kita, evaluasi, cek juga amalan ibadah masa kini kita evaluasi.
Coba perhatikan bagaimana kedekatan kita dengan Allah SWT?, adakah kita merasa dekat dengannya atau malah sebaliknya, jika ia mungkin ada setitik noda di hati, jika ia mungkin amal kebaikan yang masih jauh lebih sedikit dibanding perbuatan buruk yang kita lakukan, Beristigfarlah, mohon ampunan pada Allah SWT.
2. Pantaskan diri di hadapan Allah
Allah belum kasih kita jodoh, mungkin Allah melihat kita belum pantas untuk berumah tangga, mungkin karena ilmu yang masih minim, pemahaman serta bekal yang masih kurang. Maka belajarlah, persiapkan banyak bekal untuk membangun rumah tangga. Bekal dan ilmu untuk menjadi seorang istri, menjadi seorang menantu serta menjadi seorang ibu bagi muslimah.
3. Sempurnakan ikhtiar
Selain ikhtiar-ikhtiar berupa ibadah kepada Allah SWT, kita juga harus menyempurnakan ikhtiar dalam mencari jodoh secara lansung. Sebagai contoh untuk muslimah bisa menyampaikan pada sahabat, temannya atau mungkin gurunya kalau dia sudah siap menikah. Karena bisa jadi dari teman, sahabat, saudara atau guru mendapatkan referensi jodoh untuk dirinya.
4. Jangan terlalu memilih yang sempurna, utamakan keshalihan
Salah satu penyebab lamanya wanita bertemu dengan jodohnya adalah terlalu memilih, terlalu menginginkan yang sempurna. Ketika ada yang datang melamar selalu ditolak tanpa alasan yang jelas sesuai syariat. Ketahuilah kita tidak akan bisa atau mampu menemukan jodoh yang sempurna, kita hanya bisa menerima jodoh kita dengan keikhlasan yang sempurna. Utamakan keshalihannya, ketaatan dan ketakwaannya sebagai parameter utama dalam mencari pasangan berumah tangga.
5. Perbanyaklah bersyukur dan bersabar
Terakhir perbanyaklah sabar dan syukur, bersyukurlah selalu karena masih banyak nikmat-nikmat Alla yang lain Allah karuniakan pada kita walau mungkin jodohnya belum bertemu, syukurilah hal itu dan manfaatkan waktunya untuk terus memantaskan serta mematangkan diri. Bersabarlah terus, tanpa mengeluh, tanpa menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, menyalahkan tuhan, bersabarlah atas ujian-ujian yang Allah berikan, in syaa Allah akan dekat dengan hamba-hambanya yang bersabar dan berserah diri atas ketentuan Allah, baik itu berupa kenikmatan maupun berupa ujian. Yakinlah selalu pada Allah, kalau Allah jauh lebih tau siapa yang terbaik untuk kita dan kapan waktu bertemu yang terbaik dengannya.
Di akhir tulisan ini, kami doakan semoga sahabat semua Allah mudahkan serta memberika kekuatan untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam masa-masa penantian sang pendamping hati. In syaa Allah, Allah menyayangi hambanya dan tidak zhalim pada hamba-hambaNYA. Semoga Allah mudahkan urusan kita semua.
Sumber foto : hack87.blogspot.com
Sumber : https://www.elmina-id.com/mengapa-jodohku-belum-datang-juga/
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About Me

hayunulis
Lihat profil lengkapku

Entri Populer

Blog Archive

  • ▼  2017 (7)
    • ▼  Oktober (2)
      • Rasanya Tahu, Selama ini Sikap Baiknya Sebagai Pac...
      • Untuk Perempuan yang Pernah Percaya Lalu Dikhianat...
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (3)
  • ►  2015 (2)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (7)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2013 (3)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2012 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2011 (19)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (9)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2010 (5)
    • ►  Desember (5)

Categories

Singapore Taylor Swift Travel Traveling Tugas my design my story polyvore

Recent Post

Rasanya Tahu, Selama ini Sikap Baiknya Sebagai Pacar Sebatas Iba

Bagaimana perasaanmu, kala seluruh cintamu yang ikhlas itu dibalas hanya dengan rasa iba? Barangkali nggak ada cinta di situ, hanya k...

Add Me On

Go To My IG

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates